oleh

Dituding tidak “Walcome” Begini Penjelasan Kadis Pertanian Mamuju

-mamuju-34 views

Mamuju, Nuansainfo.com – Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan
Peternakan Kabupaten Mamuju Alwinuddin, mengaku merasa bingung atas
tudingan yang di alamatkan ke dirinya.

Tudingan tersebut menyebutkan Pemerintah Kabupaten Mamuju dalam hal ini
Dinas Pertanian Kabupaten Mamuju tidak welcome dalam upaya aktualisasi
bantuan kepada para petani, bahkan di pandang cenderung mempersulit
kebijakan terkait singkronisasi dengan berbagai pihak dalam upaya
membantu para petani.

Saat dikonfirmasi, (6/07/2020) diruang kerjanya tepatnya dijalan
Martadinata, Alwi mengaku sedikit bingung atas tudingan tersebut, karena
dirinya hingga saat ini tidak merasa mempersulit hal itu.

Bahkan Alwi menegaskan semua bentuk upaya penyaluran bantuan kepada
kelompok tani harusnya tetap mengedepankan prosedur yang didasarkan pada
perencanaan sehingga tidak keluar dari koridor yang seharusnya, semua
kegiatan hendaknya bisa di singkronisasi pada perencanaan yang telah
diajukan ke Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan ( Bappepan ).

“Jadi sifatnya tidak ada program yang tiba-tiba, karena semua harus
melalui tahapan perencanaan”,kata Alwi.

Ditambahkan, terkait program bantuan benih jagung, dirinya mengaku
setiap tahun bantuan benih tersebut memang telah diterima pemkab Mamuju
dari APBN melalui Kementerian Pertanian, dan tahun ini juga profosalnya
telah diajukan, baik melalui Bappepan yang diteruskan ke pusat maupun
melalui aplikasi E-Profosal yang setiap tahun dilakukan penginputan.

Menajamkan penjelasannya soal tidak adanya niat menghalangi bahkan
mempersulit adanya bantuan dari pihak lain, Alwi mencontohkan adanya
bantuan pemerintah pusat melalui Satuan Kerja (Satker) Dinas pertanian
Provinsi yang juga
dalam waktu dekat setelah benih jagung rampung akan segera
didistribusikan oleh Dinas tanaman pangan hortikultura dan peternakan
kabupaten mamuju kepada kelompok tani penerima.

“Kita semua harus fahami ada prosedur yang tidak bisa di langgar, karena
jika itu dilakukan maka pasti akan berdampak tidak baik, dicontohkan
Bibit yang akan disalurkan ke masyarakat petani tentu harus lebih dulu
dilakukan pemeriksaan Laboratorium oleh Balai Sertifikasi benih untuk
menguji kelayakan varietas bibit jangan sampai apa yang diterima oleh
para kelompok tani tidak layak tanam,” Sambungnya.

Belum lagi kata Alwi, soal kelompok tani yang akan menjadi penerima
harusnya sesuai dengan data yang telah terverifikasi dan telah terinput
pada sistem sebagai kelompok tani yang memang layak untuk menerima bantuan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed