oleh

Diisukan Layak Pimpin Polman, Rahim: “Bismillah”

Mamuju, nuansainfo.com — Konstalasi pilkada Polman sudah semakin terasa, terbukti dengan adanya perbincangan masyarakat beberapa hari terakhir di sosmed membincangkan soal siapa yang akan layak serta mampu memimpin polman kedepan. Minggu, 18 Oktober 2020

Dalam perbincangannnya, beberapa tokoh Polman masuk ke bursa tersebut, baik yang memiliki latar belakang politisi maupun birokrasi yang masih aktif, termasuk Abdul Rahim

Setelah dimasukkan daftar nama yang layak memimpin polman, wakil ketua III DPRD Provinsi H. Abdul Rahim menanggapi.

Menurutnya, Kita berikhtiar, bersatu padu dalam semangat perjuangan menawarkan ide, gagasan alternatif, transformatif dalam jargon PERUBAHAN yang makin baik ke depan.

“Sejujurnya, cukup lama dan banyak orang bertanya apakah saya akan maju Calon Bupati Polewali Mandar 2023.? Bahkan tak sedikit yang direct (langsung) melabel saya sebagai bakal Calon Bupati Polewali Mandar. Saya hanya menjawab dengan datar, normatif meskipun sesekali saya aminkan”. kata Rahim

Rahim juga mengatakan, kalau memang masyarakat menginginkan, kenapa tidak? Siapa tahu Allah SWT memberikan petunjuk dan ma’una-Nya di waktu yang tepat.

Akan Tetapi, seiring dengan proses berjalan waktu dari seluruh pengamatan, exeprience bahkan sesekali melakukan political exercise, maka semakin nyata dan terang benderang bagi saya bahwa menjadi pemimpin saat ini.

“Syarat tantangan atau tanggungjawab memang teramat berat di tengah rakyat yang semakin terperosok dalam ketidakberdayaan meskipun hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya bersama keluarga”. Katanya kepada wartawan nuansainfo.com

Oleh karena itu, jika memang kedepan pilihannya mau masuk menjadi Bupati semata-mata untuk meleburkan bahkan “menghancurkan” diri semata untuk membawa harapan kebajikan dan hendak membawa obor-cahaya di tengah lorong-lorong gelap yang dihuni sebagian masyarakat yang meringkik oleh ganasnya beban hidup, maka ucapkan BISMILLAH maju! Tetapi, kalau kita mau maju karena semata dorongan “libido kekuasaan” maka sebaiknya kita katakan TIDAK.

Maka, mulai sekarang dan ke depan kita harus yakinkan diri bahwa apakah memang kita sudah pantas dan dibutuhkan rakyat Kalau belum pantas dan hanya klaim “dorongan” masyarakat, maka katakan dengan jujur JANGAN! Karena pemimpin yang tampil tanpa kesadaran yang terukur (baca: indikator kemampuan) maka mereka hanya akan menambah deretan kesulitan hidup bahkan menjadi sumber malapetaka bagi kelangsungan hidup rakyat.

Lebih lanjut rahim, Kepemimpinan itu diperlukan kematangan emosi, integritas, konsep, networking, sense of crisis serta kemampuan mengelola orang-orang di sekitar, termasuk Tim Sukses agar bisa berkontribusi langsung dalam mencapai mimpi indah.tutupnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed