oleh

Diduga Pihak Balai Sungai III Tidak Fear, Kantor DPRD Polewali Digeruduk

NUANSAINFO.COM, POLEWALI – Kesatuan aksi mahasiswa muslim indonesia ( KAMMI ) cabang Polewali Mandar ( Polman ) bersama petani mendatangi kantor dewan perwakilan rakyat daerah ( DPRD ) Polewali Mandar ( Polman ).

Kedatangan mereka di kantor DPRD Polman, menduga menemukan ada kejanggalan dalam pembagian kelompok tani pekerjaan irigasi pada 42 desa di Polewali Mandar, Selasa, 25 Agustus 2020

Koordinator lapangan Faizal mengatakan aksi yang dilakukan menuntut DPRD sebagai wakil rakyat untuk memfasilitasi menengahi pengembalian hak petani di Polewali Mandar, yang diduga pihak balai sungai Sulawesi III telah mengambil keputusan secara sepihak tanpa melalui musyawarah desa.

”Kami kesini untuk memperjuangkan hak petani karena beberapa kejanggalan yang dilakukan balai sungai Sulawesi III seperti penunjukan kelompok kerja pekerja irigasi tanpa melalui musyawarah desa ” Ucapnya

Massa aksi juga meminta dan Mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Polewali Mandar untuk memberikan teguran kepada oknum Tenaga Pendamping Masyarakat ( TPM ) yang mengalihkan, mengarahkan serta mengintervensi pihak desa dalam penentuan calon penerima program tersebut sebab hal tersebut merupakan penyalahgunaan tupoksi sebagai TPM yang bertugas mendampingi kelompok yang terpilih nantinya, hal tersebut tertuang dalam petunjuk teknis

Selain itu massa aksi juga Meminta dan mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Polewali Mandar agar menghadirkan pihak balai untuk menarik hasil keputusan yang dituangkan dalam surat perintah tugas NO.35.3/ST/0&P.SDA.SUL.II1/Bsw13/2020. Diduga adanya kong kali kong dengan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) dalam penentuan dartar penerima program tersebut.

Lebih lanjut massa aksi juga Meminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Polewali Mandar memastikan agar Dinas PMD bersama Pemerintah Desa menjalankan Surat Edaran Sumber Daya Air NO.02/SE/D/2019 tentang Petunjuk Teknis Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi( P3-TGAl)

Sementara itu Wakil ketua DPRD, Hamzah Samsudin akan menindaklanjuti tuntunan mahasiswa dengan memanggil balai sungai Sulawesi III, Tenaga pendamping Masyarakat dan kelompok yang bermasalah

” InsyaAllah hari jumat nanti kita akan panggil balai sungai Sulawesi III, TPM dan kelompok Masyarakat yang bermasalah untuk membahas hal ini” Ucapnya.(Rah/IQ)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed