oleh

Desa Akan Biayai Penerima BLT Daerah, Ini Alasannya

MAJENE, NUANSAINFO.COM _ Belum lama ini beredar surat pemberitahuan Bupati Majene terkait efektifitas percepatan penyaluran dana desa dan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Surat bernomor 715/154/2020 yang ditujukan pada kepala desa tersebut berisi dua poin penting. Yakni penegasan penghitungan pengalokasian BLT dana desa sesuai Surat Edaran (SE) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Sementara poin keduanya, pengalihan penganggaran penerima BLT daerah atau kabupaten periode Mei dan Juni, melalui penggunaan dana desa. Dengan dalih ketersediaan keuangan daerah yang terbatas.

Kebijakan tersebut membuat pemerintah desa meradang. Mereka terpaksa harus menggodok kembali rancangan anggaran pembiayaan BLT dana desa. Padahal sebagian desa telah menyalurkan BLT hingga tahap kedua yakni April dan Mei.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Majene, Kasman menjelaskan, kebijakan itu dikeluarkan berdasarkan hasil evaluasi BPKP dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Sulbar. Mengingat banyaknya desa yang belum memenuhi ketentuan penganggaran sesuai SE Kemendes PDTT.

“Hasil evaluasi dari BPKP dan PMD provinsi itu ternyata masih ada desa di Majene ini yang mengganggarkan untuk BLT nya itu belum sesuai dengan surat edaran kementerian desa,” terang Kasman, Jumat (29/5/2020).

Berdasarkan SE Kemendes, lanjut Kasman, penerima dana desa kurang dari Rp800 juta harus mengalokasikan BLT maksimal 25 persen dari jumlah dana desa. Sementara perima dana desa Rp800 juta sampai Rp1,2 M harus mengalokasikan BLT maksimal 30 persen.

Sedangkan untuk desa yang menerima dana desa diatas Rp1,2 M, mengalokasikan BLT maksimal 35 persen dari jumlah dana desa.

Desa diharapkan memaksimalkan pengalokasian dana desa sesuai surat edaran tersebut. Dengan demikian desa akan mengcover sebagian pembiayaan bagi penerima BLT daerah.

“Maksimalkan dulu dana desanya, kemudian kalau sudah maksimal, berapa yang dicover, kalau masih ada lebihnya, tetap diambil kabupaten,” ujarnya.

Sesuai data Dinas Sosial Majene, penerima BLT daerah berjumlah 8.179 keluarga. Tiap keluarga mendapatkan bantuan Rp600 ribu per bulan. Dengan demikian total anggaran yang dikeluarkan kabupaten untuk satu bulan penyaluran BLT sebesar Rp4,9 miliar.

Pemkab Majene telah menyalurkan dana BLT tersebut untuk tahap pertama yakni periode April 2020. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed