oleh

Bentrok PMII dan HMI di Kampus Unasman Polman, Begini Klarifikasi Asrul

POLMAN,NUANSAINFO.COM — Berita yang beredar di akun media sosial baik itu Facebook, Whatsaap dan Intsagram, memicu persoalan bentrokan antara mahasiswa di kampus Universitas Al Alsyariah Mandar (Unasman) Polewali Mandar. (Polman) pada hari Sabtu februari 2021 kemarin.

Menurut wakil sekertaris 1 PMII cabang Polman, Disaat Organisasi Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) hendak melaksanakan kegiatan Pembukaan Intermediate Training (LK II), di kampus Unasman.

Dari berbagai informasi di grup Whatsaap maupun media, Organisasi kemahasiswaan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), terlihat ingin menolak pembukaan (LK II)HMI Cabang Polman, juga menyerang dan merusak fasilitas di Auditorium Sahabuddin.

Hal tersebut tidak dibenarkan oleh sekertaris umum PMII cabang Polman, ia mengatakan pihaknya menyetujui kegiatan tersebut tapi dengan catatan.

“Sebenarnya kami tidak menolak kegiatan LK II HMI, mau melaksanakan kegiatan itu terserah, kami hanya memegang amanah Kyai Prof Sahabuddin (Alm.), pesannya, “Jaga dengan baik PMII di Unasman, atribut selain PMII di Unasman wajib hukumnya untuk di cabut”. Kata Asrul. Minggu, 21 februari 2021.

Lebih lanjut Asrul menjelaskan bahwa, informasi yang di dari pihak kampus, Rektor Unasman , Chuduriah Sahabuddin, sebelumnya surat izin masuk dikampus mengatasnamakan Mahasiswa, bukan Organisasi, bahkan pihak sudah tawarkan kegiatannya diluar nanti kampus yang fasilitasi.

“Tapi kerena pihak HMI katanya bersikeras dengan dalih gedung yang mereka tempati sudah disewa, dan undangan terlanjur sudah tersebar itu informasi yang pak Muhammad Muzani sebagai ketua pesantren aswaja kampus Unasman”. Lanjutnya

“Bukan hanya itu, bahkan pihak kampus memberikan alternatif bahwa kepada pihak yang akan melaksanakan kegiatan (Red:HMI Cabang Polman) bisa melaksanakan dengan catatan tidak ada atribut bendera yang terpasang, dan mereka itu “Sepakat” tapi kenapa tiba¬≤ terpasang.?” Tanya Asrul saat dihubungi lewat via whatsapp

Karena sudah ada kesepakatan antara pihak kampus dan dengan penyelenggara kegiatan (Red:HMI), wajib, tentunya dia tidak memasang atribut.

“Makanya kami keberatan dengan hal itu, dimana mereka (Red:HMI) memasang atribut di sekitaran kampus Unasman, itupun kami (PMII) hanya meminta silahkan kegiatan dilanjutkan, tapi atribut diturunkan karena sudah kesepakatan pihak kampus dan pelaksana kegiatan”. Tambah wakil sekertaris 1 cabang polman

Sementara itu, ketua BEM PAI, Hadi mengatakan, ia sangat kecewa atas kejadian itu, karena situasi disana pada waktu sudah tidak bisa terkendali lagi.

“Waktu itu, kami sementara belajar, awalnya mereka hanya adu mulut, tidak lama terjadi bentrokan, fatalnya, mereka (HMI) dengan massa yang cukup banyak, langsung menyerang brutal mahasiswa yang berada di Unasman, dia juga melempar batu dan kayu, merusak fasilitas kampus”. Tutup mahasiswa Unasman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed