Mamuju, nuansainfo.com — Di tengah kerasnya wajah hukum yang kerap terasa jauh dari jangkauan masyarakat kecil, nama Andi Toba hadir sebagai pengecualian. Selama 17 tahun terakhir, pengacara asal Mamuju ini mendedikasikan hidupnya untuk membela kaum tak mampu, mereka yang kerap berdiri sendirian saat berhadapan dengan hukum.
Bagi Andi Toba, profesi advokat bukan sekadar soal menang atau kalah di ruang sidang. Ia telah mendampingi ribuan warga tidak mampu, bahkan tanpa memungut biaya jasa hukum. Dalam sejumlah kasus, ia justru membantu kliennya secara finansial demi memastikan proses hukum tetap berjalan.
Semua itu, menurutnya, lahir dari panggilan nurani dan keyakinan bahwa hukum seharusnya menjadi alat keadilan, bukan hak eksklusif mereka yang berpunya.
“Bagi saya, profesi advokat bukan sekadar pekerjaan, melainkan pengabdian. Ketika masyarakat kecil berhadapan dengan hukum tanpa daya, di situlah saya merasa wajib hadir,” ujar Andi Toba yang juga ketua DPW PKSS Sulbar. Mamuju.17/2/2026.
Pengabdian Andi Toba tidak hanya terbatas di Sulawesi Barat. Ia juga pernah menangani berbagai perkara hukum di Sulawesi Selatan, khususnya kasus-kasus yang menyangkut hak masyarakat marginal. Sejumlah perkara tersebut berhasil dimenangkan, memperkuat reputasinya sebagai advokat yang berpihak pada keadilan substantif.
Menariknya, tekad membela kaum lemah telah tumbuh sejak Andi Toba masih duduk di bangku SMA. Cita-cita itu terus terpelihara hingga kini, tercermin dari konsistensinya berada di garis depan advokasi masyarakat kecil, bahkan ketika arus pragmatisme kerap menggerus idealisme profesi hukum.

Saat ini, Andi Toba dipercaya menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Kongres Advokasi Indonesia (DPD KAI) Sulawesi Barat, posisi yang diembannya sejak 2009 hingga sekarang. Ia juga mengemban amanah sebagai Koordinator Kongres Advokat Wilayah. Sulawesi, Maluku, dan Papua, memperkuat jejaring advokasi lintas wilayah.
Selain itu, Andi Toba juga menjabat sebagai Direktur LBH Keadilan Sulawesi Barat, sebuah lembaga bantuan hukum terakreditasi B yang aktif memberikan pendampingan hukum gratis bagi masyarakat kurang mampu.
Di tengah dunia hukum yang kerap diwarnai kepentingan dan transaksi, Andi Toba memilih tetap berdiri di jalur pengabdian. Baginya, keadilan bukanlah komoditas, melainkan hak setiap warga negara. Dedikasi dan ketulusannya telah menjadikan dirinya simbol harapan—bahwa hukum masih bisa berpihak kepada mereka yang selama ini terpinggirkan.
By Adhie









