Mamuju, nuansainfo.com – Di tengah tingginya aktivitas masyarakat di Mamuju, keamanan kendaraan bermotor menjadi perhatian utama. Polresta Mamuju menunjukkan komitmennya melalui pengungkapan 15 kasus pencurian motor, yang tersebar di 15 lokasi berbeda sejak akhir 2025 hingga awal Februari 2026.
Kapolresta Ferdyan Indra Fahmi memaparkan bahwa sindikat ini terdiri dari empat orang dengan peran berbeda: tiga eksekutor di lapangan dan satu pengintai. Motor jenis trail menjadi target utama karena tingginya permintaan di pedesaan dan harga jual yang cukup menggiurkan, meski jauh di bawah pasaran. Total kerugian korban diperkirakan melebihi Rp500 juta.
“Keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif masyarakat,” tegas Kapolresta. Ia mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, menggunakan kunci ganda, dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan.
Dengan langkah tegas ini, Polresta Mamuju berharap tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga menghadirkan rasa aman bagi seluruh masyarakat, sekaligus menjadi peringatan bagi pelaku kejahatan bahwa tindakan mereka akan selalu terpantau dan ditindak.
By. Adhie








